Saturday, October 10, 2015

PENGALAMAN DI PULAU SABANG

Sudah lama juga gak ngeblog yaa. beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 15-16 Oktober aku ada kesempatan untuk ke Sabang. karena sebelumnya ada dapet tugas ke Aceh. sayang juga kalau tidak mampir ke pulau paling ujung dari Indonesia. Akhirnya aku dan temanku (Mimi) pergilah ke Sabang. Beginilah cerita sedikit tentang perjalanan ke Sabang.

Sebelumnya, kita sudah berencana untuk pergi ke Sabang setelah perayaan Sholat Idul Adha. dan sesuai informasi yang telah kita terima adalah kapal lambat penyebrangan dari Pelabuhan Panti Ulelhe ke Sabang adalah jam 14.00. Kemudian, pergilah kita jam 12.00 untuk menghindari keterlambatan. Sesampai di Pelabuhan Ulelhe. ternyata kedapatan, loket masih tutup. padahal sudah banyak antrian di depan loket. mulai dari bule-bule, hingga warga Sabang yang ingin pulang ke Sabang. 

sambil menunggu loket buka, aku dan Uni berganti shift untuk sholat, untuk beli makanan dll. hingga pada beberapa jam kemudian akhirnya terbukalah kaca loket itu dan penjualan tiket mulai terjadi. tiket penyebrangan kapal Fery dari pelabuhan Ulelhe ke Pelabuhan Sabang adalah Rp 35.000 itu sudah termasuk biaya administrasi dan pajak.

Tiket sudah di tangan kami, tapi waktu itu masih menunjukkan pukul 14.00 sedangkan Kapal belum datang, petugas loket juga memperkirakan kapal akan datang pukul 16.00. busyet dah lama kali kita menunggu, tapi sambil tidur-tiduran di deket parkiran motor yang masuk ke kapal, waktu itu sudah tak terasa lama lagi. kami juga sudah pesan makan dan ngobrollah sama orang yang duduk di samping kami. Obrol punya obrol, ehhhh ternyata pasangan suami istri dan anak itu adalah warga Sabang. mereka mau pulang Kampung, setelah lebaran di Aceh. Dan sangat kebetulan sekali, pasangan suami istri itu dengan nama Mbak Nurul dan Mas H rumahnya dekat Iboih, pantai yang ingin kami kunjungi dan jadi tempat menginap ketika di sana nanti, tetapi apa mau di kata, mereka justru bilang, kalau kapal baru datang jam 16.00 kemungkinan sampai Sabang sudah larut malam, dan tentu saja kami sebagai sama- sama cewek yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Sabang pasti akan kebingungan mencari jalan menuju Iboih dengan suasana yang sudah gelap. Tetapi dengan semangat yang masih terbakar, Uni langsung bilang sama pasangan suami istri itu. Dari Jakarta saja kita bisa nyampe Aceh, masa dari aceh ke Iboih kita gak bisa. Dengan tekad yang bulat akhirnya kita putusin untuk langsung pergi ke Iboih. 

Sesampai di Pelabuhan Sabang kita langsung menyusuri jalan Sabang yang dituntun sama pasangan suami istri dari depan. wussssss deru angin sejuk menyibak-nyibak jilbab kita. sejuk kali di Sabang ya bilangku sama Uni. setelah hampir setengah jam kita berjalan tiba-tiba hujan turun. seketika kita mencari tempat berteduh karena kita tak ada yang membawa mantel. beberapa menit kemudian, kita jalan lagi karena hujan semakin reda. kemudian baru beberapa kita melaju, hujan kembali datang, dan kami segera mencari tempat untuk berteduh. masih bersama dengan suami istri itu. ketika berteduh, suami istri itu justru malah menawarkan tumpangan untuk ke rumahnya terlebih dahulu, karena kondisi hujan yang makin deras, dan Iboih masih jauh di depan kita. Akhirnya kita memutuskan untuk menumpang di keluarga suami istri tersebut.

Esoknya kita langsung berkemas pamit dan meluncur ke tempat yg akan kita tuju. Yahhh tugu 0 km. Luar biasa sekali perjalanan ke sana. Krn kita harus melewati hutan hutan, masih banyak babi, anjing, minyet berkeliaran dipinggir jalan. Wooooo sesampai di tugu 0 km. Pastinya kita berfoto foto selfie dan makan mie rebus n kopi hangat disana beehhhhh kereenn banget indonesiaku. Setelah puas dengan keindaham tugu 0 km dan pemandangan di sekitrnya kita langsung lanjut ke pantai iboeh... Behhh luar biasa birunya pantai. Setelah puas dengan bermain di pantai kita langsung lanjut pulang krn kita tahu kita mengejar kapal utk balik ke aceh. Overall sabang is the amazing place. Awesome and gak bakalan nyesel sudah sampai sana. Bahkan mau lagi klo kesana. 




No comments:

Post a Comment