Saturday, October 10, 2015

Agenda

Sudah sampai mana dirimu dan dirinya

Waahhh hampir 9 bln lamanya blog ini kosong tak pernah ku kunjungi. Banyak hal-hal yg tak terduga menjadi kenyataan. Yah salah satunya menikah. Memang semua orang pasti menginginkan untuk menikah tetapi menikah dengan keputusan harus keluar dari kerjaan itu keputusan yg benar2 harus ku ambil. Pilihannya ada di tanganku. Mau terus berkarir dan menikah nanti atau karir sementara berhenti sejenak dan berpikir utk melepas masa lajang. Dan tak pernah kusangka juga aku bisa dipertemukan dengannya...yahh seseorang yg tak kuduga nantinya menjadi pasangan hidupku selamanya. Tepat 31 juli aku resign dari kerjaanku dan mulai disitulah persiapan kami lakukan mulai dari kapan hari menyenangkan itu akan digelar, sampai isi didalamnya. Nahhh aku mau review lagi sudah sampai mana persiapanku..

AKAD
1. Venue: dirumahku saja. Mamas lebih memilih dirumah daripada di masjid
2. Dekorasi: insya Allah pakai bu sodo. Perias yg sudah kuinginkan dr dulu dan kebetulan bapak jg suka
3. Sound system : untuk acara malam sudah dipasrahkan sama mas adi.
4. Perias n baju akad: perias pakai bu sodo. Baju akad pakai punya kaka yg masih bagus :) untuk mengurangi budget biaya juga
5. Dokumentasi: Anchell
6. Cincin: Alhamdulillah sudah ada
7. Tenda: sudah dipasrahkan sama mas adi

RESEPSI
1. Venue: Gedung haji ---> sudah DP mengingat letaknya tidak begitu jauh dari rumah, parkiran luas dan adem
2. Dekorasi: bu sodo
3. Catering: bu joko -----> belum fix makanan apa saja yg dipilih.
4. Sound system: sudah di serahkan sm mas adi ----> tinggal memastikan lagi
5. Dokumentasi: Anchell
6. Souvenir: sudah DP belum jadi
7. Perias dan baju: bu sodo. Baju insya Allah pakai adat paes ageng jogja seperti ini
8. Penyanyi: kemungkinan mbak putri kaak kelas yang nyanyi atau sm temenku smp pamor ----> belum fix mau mastiin lagi ke mas adi

Untuk yang lainnya aku belum tau apa yg kurang. Semoga acaranya bisa lancar. Amin



PENGALAMAN DI PULAU SABANG

PENGALAMAN DI PULAU SABANG

Sudah lama juga gak ngeblog yaa. beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 15-16 Oktober aku ada kesempatan untuk ke Sabang. karena sebelumnya ada dapet tugas ke Aceh. sayang juga kalau tidak mampir ke pulau paling ujung dari Indonesia. Akhirnya aku dan temanku (Mimi) pergilah ke Sabang. Beginilah cerita sedikit tentang perjalanan ke Sabang.

Sebelumnya, kita sudah berencana untuk pergi ke Sabang setelah perayaan Sholat Idul Adha. dan sesuai informasi yang telah kita terima adalah kapal lambat penyebrangan dari Pelabuhan Panti Ulelhe ke Sabang adalah jam 14.00. Kemudian, pergilah kita jam 12.00 untuk menghindari keterlambatan. Sesampai di Pelabuhan Ulelhe. ternyata kedapatan, loket masih tutup. padahal sudah banyak antrian di depan loket. mulai dari bule-bule, hingga warga Sabang yang ingin pulang ke Sabang. 

sambil menunggu loket buka, aku dan Uni berganti shift untuk sholat, untuk beli makanan dll. hingga pada beberapa jam kemudian akhirnya terbukalah kaca loket itu dan penjualan tiket mulai terjadi. tiket penyebrangan kapal Fery dari pelabuhan Ulelhe ke Pelabuhan Sabang adalah Rp 35.000 itu sudah termasuk biaya administrasi dan pajak.

Tiket sudah di tangan kami, tapi waktu itu masih menunjukkan pukul 14.00 sedangkan Kapal belum datang, petugas loket juga memperkirakan kapal akan datang pukul 16.00. busyet dah lama kali kita menunggu, tapi sambil tidur-tiduran di deket parkiran motor yang masuk ke kapal, waktu itu sudah tak terasa lama lagi. kami juga sudah pesan makan dan ngobrollah sama orang yang duduk di samping kami. Obrol punya obrol, ehhhh ternyata pasangan suami istri dan anak itu adalah warga Sabang. mereka mau pulang Kampung, setelah lebaran di Aceh. Dan sangat kebetulan sekali, pasangan suami istri itu dengan nama Mbak Nurul dan Mas H rumahnya dekat Iboih, pantai yang ingin kami kunjungi dan jadi tempat menginap ketika di sana nanti, tetapi apa mau di kata, mereka justru bilang, kalau kapal baru datang jam 16.00 kemungkinan sampai Sabang sudah larut malam, dan tentu saja kami sebagai sama- sama cewek yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Sabang pasti akan kebingungan mencari jalan menuju Iboih dengan suasana yang sudah gelap. Tetapi dengan semangat yang masih terbakar, Uni langsung bilang sama pasangan suami istri itu. Dari Jakarta saja kita bisa nyampe Aceh, masa dari aceh ke Iboih kita gak bisa. Dengan tekad yang bulat akhirnya kita putusin untuk langsung pergi ke Iboih. 

Sesampai di Pelabuhan Sabang kita langsung menyusuri jalan Sabang yang dituntun sama pasangan suami istri dari depan. wussssss deru angin sejuk menyibak-nyibak jilbab kita. sejuk kali di Sabang ya bilangku sama Uni. setelah hampir setengah jam kita berjalan tiba-tiba hujan turun. seketika kita mencari tempat berteduh karena kita tak ada yang membawa mantel. beberapa menit kemudian, kita jalan lagi karena hujan semakin reda. kemudian baru beberapa kita melaju, hujan kembali datang, dan kami segera mencari tempat untuk berteduh. masih bersama dengan suami istri itu. ketika berteduh, suami istri itu justru malah menawarkan tumpangan untuk ke rumahnya terlebih dahulu, karena kondisi hujan yang makin deras, dan Iboih masih jauh di depan kita. Akhirnya kita memutuskan untuk menumpang di keluarga suami istri tersebut.

Esoknya kita langsung berkemas pamit dan meluncur ke tempat yg akan kita tuju. Yahhh tugu 0 km. Luar biasa sekali perjalanan ke sana. Krn kita harus melewati hutan hutan, masih banyak babi, anjing, minyet berkeliaran dipinggir jalan. Wooooo sesampai di tugu 0 km. Pastinya kita berfoto foto selfie dan makan mie rebus n kopi hangat disana beehhhhh kereenn banget indonesiaku. Setelah puas dengan keindaham tugu 0 km dan pemandangan di sekitrnya kita langsung lanjut ke pantai iboeh... Behhh luar biasa birunya pantai. Setelah puas dengan bermain di pantai kita langsung lanjut pulang krn kita tahu kita mengejar kapal utk balik ke aceh. Overall sabang is the amazing place. Awesome and gak bakalan nyesel sudah sampai sana. Bahkan mau lagi klo kesana. 




Friday, January 16, 2015

Bapakku......

Pagi Rembang......
Yah lama sudah tak menulis, gak tau kenapa rasanya ingin mencurahkan apa yg kurasa lewat tulisan ini. Rasa deg degan, was-was terkadang memang selalu ada. Bukan apa-apa sebenarnya, tpi terlalu sensitif untuk dirasakan. Pagi ini di embun Rembang merasakan suatu ketakutan. Hmmm.... Maafin Dwi ya Pak belum bisa jadi yg terbaik untuk Bapak. Batinku slalu berkata itu. Kaget pas dibangunin bpak untuk subuh dan untuk mengantarkan ke pasar buat dagang. Yang biasanya bangun masih males-malesan, buka hape dulu dsb. Ini langsung terperanjat dr tempat tidur dan memang benar perasaan aneh itu ada. Tubuh bapak serasa mau jatuh, sempoyongan, linglung dan lemes, sbgai anak cewek yang sndrian dirumah sm bapak, gak ada yg bisa kulakukan selain triak manggil Bapak..menyadarkan untuk tetap sadar. Sejenak bapak memang sadar tapi gak lama kemudian duduk di kasur dan oleng lagi tubuhnta mau jatuh. Jatuh bukan diatas kasur tapi ditepian kasur dan lantai. Mak pleeesss rasanya...Subhanallah....gak tau sekeras apa aku memanggil bapak untuk sadar. Rasanya belum siap hidup sndri dan ditinggal bapak. Sampai bapak benar2 sadar, bapak malah bergumam, badannya itu kenapa kok sering gini. Ya Allah berikan kesehatan pada Bapakku. Dia bapak sekaligus ibu bagiku. Dan akhirnya ku urungkanlah niat bapak untuk pergi ke pasar. Gak tega juga badannya gitu untuk ke pasar. Sehat sehat ya Pak

Wednesday, June 12, 2013

The Baldrige Model

Focus in Quality by The Baldrige Model

Focus on the customer
Align internal processes with customer satisfaction
Puts everyone in the company to work on shared goals
Facilitates a long term approach to continuous improvement
Demands management by fact
Promotes prevention rather than reaction
Seeks ways to be faster and more flexible throughout the organization
Looks outside the company for opportunities to form partnerships with customer, suppliers, other companies
values results



Monday, June 10, 2013

Makanan Lebih Sehat


9 Tip Memasak Makanan Lebih Sehat Lagi

Memasak makanan diet tidak perlu serumit yang Anda bayangkan. Dengan trik sederhana yang bisa dilakukan siapa saja, Anda sudah mendapatkan sajian diet yang lebih sehat.

Berikut ini adalah beberapa cara mudah untuk mendapatkan masakan diet yang rendah lemak, garam, dan gula namun bernutrisi tinggi:
Gorengan Tiruan

Jika Anda tergoda makan gorengan, tiru saja rasanya. Celupkan bahan masakan yang ingin dimakan ke dalam campuran tepung, bumbu, telur, dan cornflake. Lalu panggang dalam oven toaster ataumicrowave. Anda akan mendapatkan rasa renyah dan gurih yang bebas lemak.

Gunakan Lebih Sedikit Keju Bercita Rasa Kuat

Keju jenis blue cheese, Parmigiano-Reggiano, atau smoked gouda memiliki rasa yang lebih kuat dari keju jenis lain. Karena itu Anda bisa menggunakannya dalam jumlah yang lebih sedikit hingga separuhnya saja.

Tiriskan Makanan Kalengan

Makanan kalengan memang praktis, tetapi kandungan sodiumnya sangat tinggi sehingga tidak sehat untuk tekanan darah Anda. Rendam dan tiriskan makanan kalengan Anda dengan air untuk mengurangi kandungan sodiumnya. Ganti bumbunya dengan bumbu dapur yang segar dan alami.

Campuran Minyak Canola dan Cuka

Ingin makan salad tapi dressing atau mayonaise Anda terlalu berlemak dan bersodium? Gunakan campuran minyak canola dan cuka anggur merahsebagai dressing agar bebas dari sodium tetapi kaya asam lemak sehat.

Gunakan Wajan Teflon Anti Lengket

Meski harganya lebih mahal, namun wajan teflon atau anti wajan anti lengket memungkinkan Anda bisa memasak dengan hanya sedikit atau tanpa minyak dan mentega sama sekali.

Mengukus Lebih Baik daripada Merebus

Kukuslah sayur-sayuran favorit Anda daripada merebusnya untuk menjaga agar kandungan gizi dan rasa tetap utuh. Proses merebus dapat menghancurkan kandungan gizi dan merusak rasanya.

Potong Kecil-kecil Makanan Kurang Sehat

Jika Anda terpaksa harus memakai bahan makanan kurang sehat misalnya untuk taburan, gunakanlah lebih sedikit dari seharusnya dan potonglah kecil-kecil bahan makanan tersebut agar lebih merata dalam masakan. Prinsipnya, lebih sedikit tetapi merata dan tetap terasa enak.

Masak dengan Aluminium Foil

Saat memanggang masakan Anda, bungkuslah dengan aluminium foil daripada melumasinya dengan mentega atau kecap manis. Selain lebih sehat, panggangan Anda juga bebas dari kotoran sisa memanggang.

Gunakan Tepung Gandum Utuh

Jika Anda sudah rutin makan roti gandum utuh, maka memasak roti atau kue pun sebaiknya menggunakan tepung gandum utuh. Selain kaya protein kandungan seratnya akan menurunkan kolesterol dan membuat Anda kenyang lebih lama.

Selamat memasak dan menikmati makanan sehat Anda! (aan)

source

GIVING AND RECEIVING FEEDBACK

GIVING AND RECEIVING FEEDBACK

Today when I was able to learn, I learned about how to management employees, start from how to provide feedback from superiors to subordinates until provide a review. manners and courtesy are definitely things that can not be abandoned, it is very important, in behaviour certainly especially within the scope of the office. some things to be learned today is as follows:

What we talk about when we talk about constructive feedback :

# We talk about feedback as being constructive: It increases self-awareness, offers options and encourages development. 
# It must focus on behaviors rather than general characteristics (observable actions that help the receiver understand what has been done effectively or what needs to be changed). 
# It must be clear and complete: Words are only a 7% of the message. 
# Sharing feelings increases the commitment. 
# Timing is important! But, it is better to deliver the feedback even if timing is not ideal than to avoid doing it.

Managing feedback conversation :

# Keep in mind to point at behaviors! Poorly crafted and delivered messages can trigger feelings of self-doubt, anger, shock, or resistance.
# Observe the employee’s choice of words, tone, and facial expressions to assess the emotions and respond accordingly. Bear in mind that only 7% of a message is in the words!
# If the employee acts shocked, aggressive, or defensive, maintain your composure. Be considerate yet firm with the employee, and reiterate your point with substantial examples and next steps.
# Use precise and simple language with sufficient examples to support the feedback.
# Remember to listen! A key is to let the employee speak first. Do not interrupt.
# Make the employee feel respected by allowing him/her to share his/her true reactions and emotions with you.
# Do not moderate your feedback to alleviate the reaction.

Feedback Follow Up :

# Follow up with employee to ensure accountability and adjust plan as needed.
# Provide reinforcing feedback on progress.
# Don’t rely on your memory – jot down short bullet points relating to the facts of the situation, including dates/times.
# Think thoroughly about the questions that will help you as a leader, to identify areas of possible improvement to foster a positive work environment.



Monday, May 27, 2013

My Inspiration

The future depends on what we do in the present. - Mahatma Gandhi


Goals and Goal Setting Quotations 

A goal is a dream with a deadline.
Napoleon Hill
In everything the ends well defined are the secret of durable success.
Victor Cousins
Arriving at one goal is the starting point to another.
John Dewey
Failures do what is tension relieving,
while winners do what is goal achieving. 

Dennis Waitley
(as quoted in Brian Tracy's book, Eat That Frog)
A man should have any number of little aims about which he should be conscious and for which he should have names, but he should have neither name for, nor consciousness concerning, the main aim of his life.
Samuel Butler
Goals are the fuel in the furnace of achievement.
Brian Tracy, Eat that Frog
The great and glorious masterpiece of
man is to know how to live to purpose.

Michel de Montaigne
Ah, but a man's reach should exceed his grasp,
or what's a heaven for?

Robert Browning
Purpose is what gives life a meaning.
C. H. Parkhurst
The significance of a man is not in what he attains but in what he longs to attain.
Kahlil Gibran
Every ceiling, when reached, becomes a floor, upon which one walks as a matter of course and prescriptive right.
Aldous Huxley
If you don't know where you are going,
you'll end up someplace else.

Yogi Berra
He who would arrive at the appointed end must follow a single road and not wander through many ways.
Seneca
Some men give up their designs when they have almost reached the goal; while others, on the contrary, obtain a victory by exerting, at the last moment, more vigorous efforts than before.
Polybius
In all things that you do, consider the end.
Solon
Life can be pulled by goals just as surely as it can be pushed by drives.
Viktor Frankl
Aim at the sun, and you may not reach it; but your arrow will fly far higher than if aimed at an object on a level with yourself.
J. Howes
The virtue lies in the struggle, not in the prize.
Richard Monckton Milnes
To reach a port, we must sail—Sail, not tie at anchor—Sail, not drift.
Franklin Roosevelt
Our plans miscarry because they have no aim. When a man does not know what harbor he is making for, no wind is the right wind.
Seneca
However brilliant an action may be, it should not be accounted great when it is not the result of a great purpose.
Francois de la Rochefoucauld
It is not enough to take steps which may some day lead to a goal; each step must be itself a goal and a step likewise.
Johann Wolfgang von Goethe
A good archer is known not by his arrows but by his aim.
Thomas Fuller
The going is the goal.
Horace Kallen
Who aims at excellence will be above mediocrity; who aims at mediocrity will be far short of it.
Burmese Saying
In absence of clearly defined goals, we become strangely loyal to performing daily acts of trivia.
Author Unknown
Don't bunt. Aim out of the ballpark.
David Ogilvy
There are two things to aim at in life; first to get what you want, and after that to enjoy it. Only the wisest of mankind has achieved the second.
Logan Pearsall Smith